Minggu, 31 Juli 2011

MARKETING MIX TEKHNIK INDUSTRI UMC


FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI MUHAMMADIYAH CIREBON
Tugas Mandiri mata kuliah Dasar-Dasar
Pemasaran
Dosen : Nuri kartini, ST



Visi

Program Studi Teknik Industri Mempunyai Misi Untuk Mempersiapkan Tenaga Ahli Dalam Bidang Teknik Industri Yang Dibutuhkan Dalam Rangka Menciptakan Sarjana Teknik Industri Yang Profesional Di Bidang Manufaktur Dan Sistem Industri Untuk Memenuhi Kebutuhan Industri Yang Semakin Berkembang Dengan Cepat Di Masa Yang Akan Datang Dan Secara Tidak Langsung Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Tujuan : - Mampu Menghasilkan Sarjana Teknik Industri Profesional Yang Agamis Untuk Menghadapi Perkembangan Dunia Industri. - Mampu Menerapkan Keilmuwan Eksakta, Non Eksakta Serta Prinsip-prinsip Keilmuwan Teknik Industri Dalam Memecahkan Persoalan - Persoalan Dalam Dunia Industri - Mampu Menghasilkan Penelitian Yang Berkualitas, Yang Dapat Diterapkan Di Dunia Industri - Mampu Merancang, Menganalisa, Memperbaiki Dan Mengoperasikan Sistem Yang Terintegrasi

Misi

Program Studi Teknik Industri Diarahkan Untuk Menjadi Suatu Program Studi Unggulan Yang Dapat Merespon Perkembangan Kebutuhan Dunia Industri Di Masa Yang Akan Datang, Serta Mampu Mendukung Pembangunan Nasional Yang Berkelanjutan.

TUJUAN

1. Menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan dan mampu menganalisis, serta mampu melakukan perancangan sistem industri manufaktur dan jasa

2. Menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar teknik industri yang mampu berperan aktif dalam perkembangan teknologi industri baik dalam tataran nasional maupun internasional

3. Menghasilkan karya ilmiah yang memiliki keunggulan di bidang teknik industri yang dapat diandalkan dan memperoleh hak intelektual

4. Menghasilkan karya inovatif dalam teknik industri dan sistem manufaktur yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat

5. Menghasilkan sistem penyelenggaraan pendidikan teknik industri yang efisien

6. Menghasilkan program pengembangan yang menjurus ke pembukaan program baru

Ø Secara umum pendidikan Teknik Industri ditujukan untuk menghasilkan :

Lulusan yang mampu menerapkan matematika, sains, ilmu sosial dan prinsip-prinsip rekayasa untuk memecahkan persoalan Teknik Industri.

Lulusan yang memiliki kemampuan untuk merancang, menganalisa, melakukan perbaikan dan mengoperasikan sistem kompleks yang terdiri atas manusia, material, peralatan, informasi dan sumber daya yang lain.

Lulusan yang mampu menerapkan teknik, keterampilan, tools , komputasi untuk mengidentifikasi, merumuskan, menganalisa serta memecahkan problem Teknik Industri.

Ø Untuk mencapai tujuan pendidikan Teknik Industri diatas, maka sistem pendidikan Teknik Industri harus memberikan beberapa kemampuan kepada mahasiswa sebagai berikut :

Menerapkan sistem manajemen mutu, teknik pengendalian dan perencanaan produksi ;

Penggunaan teknik komputasi dan analisa sistem, simulasi dan aplikasi software yang lain ;

Pemahaman pengetahuan tentang perancangan eksperimen, pengumpulan data, analisis statistik untuk problem industri ;

Pemahaman terhadap aspek ekonomis dan akuntansi ;

Kemampuan memilih, menerapkan, mengkritisi, adaptasi dan atau mengembangkan tata cara analisa Teknik Industri ;

Kemampuan mendesain sistem, komponen atau proses untuk mencapai kebutuhan yang diinginkan ;

Kemampuan memahami adanya kebutuhan belajar berkelanjutan ;

Menumbuhkan kemampuan untuk memahami dampak industri dan teknologi terhadap masyarakat ;

Mampu berkomunikasi secara efektif dan bekerjasama dalam kelompok yang bersifat multidisiplin baik sebagai anggota maupun pimpinan

MARKETING MIX TEKHNIK INDUSTRI

1. Product

Tekhnik industri merupakan fakultas yang tergolong baru di daerah cirebon dan hingga kini cuman ada satu di daerah cirebon yaitu di universitas muhammadiyah. Akan tetapi meski begitu, penting bagi fakultas teknik industri untuk tetap mengawasi pergerakkan para pesaing. Oleh karena itu fakultas tekhnik ini peluang masih terbuka lebar, dimana perindustrian terus tumbuh.

2. Price

Selain itu, dari sisi harga, kuliah di fakultas tekhnik industri umumnya sama dengan kuliah di fakultas-fakultas lain, bahkan fakultas di tekhnik industri muhammadiyah menawarkan beasiswa bagi mahasiswa yang mendapatkan prestasi. Dan akan di juruskan pekerjaan bagi alumni yang belum mendapat pekerjaan.

3. Promotion

Dari sisi promosi, fakultas industri mendatangi sekolah-sekolah smk umumnya untuk menyeleksi calon mahasiswa dan bila mana yang terseleksi akan di bebaskan uang gedung dan uang pangkal.

Sementara itu, media iklan-lah yang menjadi semacam medan pertempuran dari pemain fakultas tekhnik industri di wilayah 3 cirebon. Periklanan merupakan alat utama bagi fakultas atau universitas untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan lewat surat kabar, radio, majalah, televisi ataupun dalam bentuk poster yang di pasang di pinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.

4. Place

Adalah letak lokasi universitas yang mudah dicapai kendaraan umum, hal ini cukup berperan penting sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan. Di universitas muhammdiyah cirebon ini menurut saya cukup strategis karena berada di daerah perkotaan sehingga kendaraan umum cukup banyak dan mudah.

5. Peoople

Adalah Orang-orang yang terlibat, mulai dengan unsur pimpinan atau kepala jurusan, dan para staf dosen dan tenaga kependidikan yang semuanya sebagai agen dalam menciptakan atau mempertahankan bahkan meningkatkan citra kampus. Disini pengujian dari unsure pimpinan dalam mengelola sekolah di dukung oleh pemberian layanan yang berkualitas dari semua staf dasen dan tenaga kependidikan universitas akan menentukan citra dari kampus yang bersangkutan. Dengan demikian strategi siapa pimpinan atau kepala sekolah yang di angkat, tidak diragukan lagi perannya dalam mengangkat citra, serta meningkatkan jumlah peminat pada suatu sekolah. Dalam hal ini selain pemimpin yang dapat mempengaruhi presepsi konsumen, juga contact person adalah ujung tombak dari sebuah fakultas yang lebih di kenal sebagai provaider is the service seperti guru, konsultan, konseling dan tenaga propesional lainnya yang langsung berhubungan dengan pelanggan pendidik

6. Physical Evidence

Merupakan sarana dan prasarana yang mendukung proses penyampaian jasa pendidikan, antara produsen dan konsumen berinteraksi dan setiap komponen lain yang memfasilitasi penampilan jasa yang di tawarkan sehingga akan membantu tercapainya janji sebuah universitas kepada pelanggannya. Pada sebuah sekolah tentu yang merupakan physical evidence ini ialah gedung/bangunan,dan segala sarana dan fasilitas yang terdapat di dalamnya termasuk pula bentuk-bentuk desain interior dan exterior dari gedung gedung yang terdapat di dalam sebuah fakultas jurusannya masing-masing.

7. Proscess

Proses penyampain jasa pendidikan merupakan inti dari seluruh pendidikan, kualitas dalam sebuah elemen yang menunjang proses pendidikan hal yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan proses pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi terhadap pengelolaan sebuah kampus khususnya fakultas tehnik industri dan citra yang terbentuk akan membentuk circle dalam merekrut pelanggan pendidikan. Dalam hal ini perlu di perhatikan dan di tingkatkan selalu bagaimana proses yang terjadi dalam penyaluran jasa dari produsen sampai kekonsumen. Pada lembaga pendidikan tentu ini menyangkut produk utamanya ialah proses belajar mengajar, dari tenaga pengajar (dosen) ke mahasiswa. Apakah kualitas jasa atau pembelajaran yang di berikan dosen cukup bermutu.

Kamis, 14 Juli 2011

Strategi Iklan

ariel.jpg

STRATEGI

Strategi iklan ini menurut saya cukup bagus di samping menjual produk juga memberikan hadiah yang sangat di inginkan si produsen untuk menjual produk tersebut adalah tidak menjual produk itu sendiri secara langsung, namun meraka menjual atau menawarkan hadiah dibalik produk tersebut. Tentunya hadiah yang mereka tawarkan haruslah bersifat menggiurkan bagi para masyrakat yang melihatnya. iklan sampo sunsilk yang memberi "hadiah" berupa kunjungan vokalis Peterpan, Ariel, ke rumah orang yang beruntung. Dengan cara tersebut memiliki hadiah yang sangat menggiurkan bagi kebanyakan orang yang membutuhkannya atau yang ingin bertemu dengan sang idolanya. Artinya,di balik penjualan produk tersebut, dengan menjual hadiah yang mereka tawarkan,itu sudah merupakan langkah yang mudah agar produknya laku

Dan inilah salah satu perkembangan iklan dimana fungsi utamanya tidak lagi ditonjolkan, melainkan mereka menjual hal yang lain yang di cari oleh target dan dibuat sebagai umpan untuk membeli produk mereka. Dan sasarannya adalah bagi kaum wanita khususnya yang banyak mengidolakan artis tersebut disamping mengidolakan artis kita ketahui bahwa yang banyak menggunakan shampo juga kaum wanita dengan demikian diharapkan produknya bisa terjual.

Dari segi harga iklan produk shampoo ini tidak menonjol yang di tonjolkan dari segi hadiahnya dengan target dari anak-anak sampai remaja bahkan ibu rumah tangga dengan demikian di harapkan para penggemar artis tersebut berlomba-lomba untuk membeli produk tersebut dengan demikian penjualan bisa meningkat

Rabu, 22 Juni 2011

KONSEP MARKETING MIX PRODUK POCARI SWEAT


KONSEP MARKETING MIX PRODUK POCARI SWEAT

Pocari Sweat merupakan minuman kesehatan yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Otsuka (Filipina) Pharmaceutical Incorporated (OPPI). Pocari Sweat pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1980 dan sejak itu telah menjadi favorit bagi konsumen Jepang. Minuman kesehatan ini merupakan minuman isotonik yang dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui keluarnya keringat. Hari ini, Pocari Sweat dinikmati oleh konsumen di 14 negara di seluruh dunia, termasuk Korea, Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Cina, Thailand dan Uni Emirat Arab.

Pocari Sweat mulai masuk di pasar Indonesia pada tahun 1989 dan dikembangkan oleh PT. Amerta Indah Otsuka (AIO). Pada tahun 1991, pabrik Pocari Sweat didirikan di Lawang (Malang, Jawa Timur) untuk melayani kebutuhan pasar di Indonesia. Kemudian pada bulan Januari 2004, terjadi pemindahan pabrik ke Sukabumi, Jawa Barat hingga saat ini.

Pada awal masuknya ke Indonesia. Pocari Sweat mengalami masa sulit, kerugian selama lebih dari 10 tahun hingga pada tahun 2002, perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Hal ini,disebabkan pada saat awal penetrasi di Indonesia. Persepsi masyarakat masih kabur terhadap produk, yang saat itu Pocari Sweat merupakan pelopor dari produk minuman isotonik Indonesia. Sejak awal terbentuknya di Indonesia hingga kini, pasar minuman isotonic telah mengalami perubahan seiring dengan ketatnya persaingan yang ada.

Maka dapat dirumuskan persaingan di pasar minuman isotonik ditinjau dari konsep marketing mix (Produk, Harga, Promosi, dan Distribusi) adalah sebagai berikut:

1. Product

Minuman isotonik merupakan produk yang tergolong baru di dalam industri minuman kesehatan dimana Pocari Sweat sendiri merupakan pelopor dari minuman isotonik di Indonesia dan hingga kini masih sebagai pemimpin pasar. Akan tetapi meski begitu, penting bagi Pocari Sweat untuk tetap mengawasi pergerakkan para pesaing. Oleh karena dalam industri ini peluang masih terbuka lebar, dimana permintaan terus tumbuh. Pada kenyataannya, sampai sejauh ini dari sisi produk, para pemain minuman isotonik tidak menawarkan manfaat yang bervariasi, secara umum manfaat sebatas pengganti cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas. Variasi yang ada sejauh ini bersifat incremental, misalnya penambahan vitamin, rasa, dan kemasan.

2. Price

Selain itu, dari sisi harga, pesaing yang ada kebanyakan menyerbu pasar minuman isotonik dengan harga yang relatif lebih murah dibanding Pocari Sweat. Kompetisi di segmen menengah ke bawah ini, untuk saat ini belum dirambah sepenuhnya oleh Pocari Sweat. Hal tersebut terkait dengan keputusan strategis yang diambil oleh manajemen bahwa Pocari Sweat tidak bersaing dari segi harga namun dari segi nilai dan manfaat produk. Akan tetapi, dalam rangka untuk tetap mengimbangi minuman isotonik merek lain yang harganya lebih murah, Pocari Sweat ukuran botol telah diluncurkan ke pasar dan diperkirakan produksinya akan bertambah.

3. Promotion

Dari sisi promosi, Pocari Sweat menetapkan strategi komunikasi pemasaran yang bersifat edukatif, mengandalkan transfer product knowledge pada konsumen. Hal inilah yang masih memegang kunci dalam komunikasi pemasaran dari Pocari Sweat, yang juga memiliki keunggulan dibanding para pesaing karena kegiatan ini telah lebih dulu dilakukan Pocari Sweat dengan posisinya sebagai pelopor.

Sementara itu, media iklan-lah yang menjadi semacam medan pertempuran dari pemain minuman isotonik di Indonesia. Hal ini terkait dengan strategi untuk meningkatkan brand awareness dari konsumen terhadap merek lain selain Pocari Sweat. Secara kasat mata melalui media iklan ini, dapat dilihat bahwa dalam persaingan minuman isotonik terdapat perbedaan segmen masyarakat yang dituju oleh para pemain. Pocari Sweat lebih banyak memposisikan diri sebagai minuman olahraga dan minuman kesehatan untuk keluarga. Sedangkan, kebanyakan pesaing memposisikan diri sebagai minuman pemulih energi untuk kalangan muda yang sedang studi dan bekerja, disini jarang ditampilkan minuman isotonik sebagai minuman untuk keluarga.

4. Place

Dari sisi distribusi, hampir semua pemain di pasar minuman isotonik menggunakan channel distribution modern dan tradisional. Dalam hal ini, terlihat kesamaan cara pandang untuk membentuk persepsi konsumen bahwa minuman isotonik sebagai minuman konsumsi sehari-hari dan bukan minuman yang bersifat ocassional. Di tengah persaingan yang kompetitif inilah, Pocari Sweat yang telah membangun jalur distribusi sejak tahun 1990-an harus menghadapi para pesaing yang memanfaatkan jalur distribusinya. Yang meliputi seluruh wilayah Indonesia.

STRATEGI

Produk pocari sweet ini merupakan pemimpin pasar untuk produk minuman isotonik jadi melakukan strategi posisi pasarnya adalah ;

  1. Penambahan varian kemasan bukan pada rasa ataupun ingredient, dengan jalan meluncurkan kemasan sachet isi 15 gram yang harga ritelnya hanya Rp. 1.500,-. Dengan demikian, hal ini dapat memperluas Pocari ke segmen-segmen konsumen yang lebih rendah.
  2. Dengan promosi yang iklan betapa Dahsyatnya iklan pocari sweat. Ini yang saya rasakan beberapa hari atau minggu ini. Iklan yang diputar kerap membuat saya memalingkan mata atau istilahnya “eye catching”. Iklan ini terasa ringan, santai dan “mengena”. Pemanfaatan trend bersepeda dikombinasikan dengan keunggulan produknya dinilai tepat oleh konsumen. Trend bersepeda yang bertujuan untuk hidup sehat dan memiliki tujuan untuk dikombinasikan dengan manfaat produk pocari. Secara kasat mata melalui media iklan ini, dapat dilihat bahwa dalam persaingan minuman isotonik terdapat perbedaan segmen masyarakat yang dituju oleh para pemain. Pocari Sweat lebih banyak memposisikan diri sebagai minuman olahraga dan minuman kesehatan untuk keluarga. Sedangkan, kebanyakan pesaing memposisikan diri sebagai minuman pemulih energi untuk kalangan muda yang sedang studi dan bekerja, disini jarang ditampilkan minuman isotonik sebagai minuman untuk keluarga