Kamis, 21 April 2011

Sistem distribusi listrik

Assalamualaikum wr,wb,,,,
wahai saudarakuyang sebangsa dan setanah air ,,, yang namanya kuliah, pasti banyak tugas,, seperti sekarang yang anda kerjakan ini ada sepenggalan tugas sauya di mata kuliah elektronika industri mudah mudahan ada manfaatnya....amien.,
silahkan dounloud az di bawah ini :
http://www.4shared.com/document/gki4HL4p/Sistem_Distribusi_Tenaga_Listr.html

mudah mudahan bermanfaat ya.....

Selasa, 12 April 2011

BWERFIKIR KREATIF

BERPIKIR KREATIF
Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan gagasan-gagasan baru dan orisinil. Bahkan pada orang yang merasa tidak mampu menciptakan ide baru pun sebenarnya bisa berpikir secara kreatif, asalkan dilatih. Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai cara berpikir dan cara berpikir kreatif.
Berpikir adalah proses mengolah dan memanipulasikan informasi untuk memenuhi suatu kebutuhan atau memberikan respons. Dalam berpikir seseorang mengolah informasi-informasi yang ada dengan menggunakan lambang-lambang visual, lambang grafis atau lambang verbal.
Berpikir adalah suatu aktivitas mental. Proses berpikir manusia memiliki dua ciri utama, yaitu :
1. Covert / unobservable (tidak terlihat).
Proses berpikir terjadi pada otak manusia dan secara fisik tidak dapat dilihat prosesnya (dalam pengertian pemrosesan informasinya). Sejumlah ahli yang mencoba memantau proses berpikir secara fisik hanya menemukan aktivitas listrik arus lemah dan proses kimiawi pada otak manusia yang sedang berpikir.
Dengan demikian, proses pengolahan informasi tak dapat diamati dan dilihat secara fisik maupun secara kimiawi. Pengolahan makna, baik semantic maupun visual bersifat abstrak sehingga tidak dapat dideteks denan panca indera.
2. Symbolic (melibatkan manipulasi dan penggunaan simbol)
Dalam berpikir, manusia mengolah (memanipulasikan) informasi yang berupa symbol-simbol, (baik symbol verbal maupun visual). Simbol-simbol itu akan memberikan makna pada informasi yang diolah.
Proses berpikir merupakan salah satu rangkaian dalam mekanisme penafsiran terhadap stimuli. Dalam berpikir semua proses kognitif dilibatkan, mulai dari sensasi, persepsi dan memori.
Bagaimana orang berpikir
Secara garis besar, ada dua macam cara berpikir, yaitu cara berpikir autistik dan berpikir realistik. Berpikir autistik seringkali disebut sebagai mengkhayal, melamun atau berfantasi. Dengan berpikir autistik orang melarikan diri dari kenyataan, melihat hidup sebagai gambar-gambar yang fantastic.
Sebaliknya, berpikir realistik disebut sebagai nalar (reasoning), yaitu berpikir secara logis, berdasarkan fakta-fakta yang ada dan menyesuaikan dengan dunia nyata, beserta semua dalil / hukum-hukumnya.

Berpikir realistik dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
1. Berpikir deduktif
Berpikir deduktif adaiah proses berpikir yang rnenerapkan kenyataan-kenyataan yang berlaku umum kepada hal-hai yang bersifat khusus. Kesimpulan yang dihasilkan dalam berpikir deduktif dimulai dari hal-hal umum menuju hal-hal khusus.
2. Berpikir induktif
Berpikir induktif justru sebaliknya, dimulai dari hal-hal khusus kemudian ditarik kesimpulan secara umum. Kesimpulan yang dihasilkan dalam berpikir induktif merupakan generalisasi dari hal-hal khusus.
3. Berpikir evaluatif.
Berpikir evaluatif adalah dengan menilai baik-buruknya atau tepat-tidaknya suatu gagasan. Dalam berpikir evaluatif, seseorang tidak menambah atau mengurangi gagasan, tetapi menilainya berdasarkan kriteria tertentu.
Tuiuan Berpikir
Paling tidak ada tiga tujuan yang Ingin dicapai melalui berpikir, yaitu :
1. Untuk mengambil keputusan (Decision Making) Decision making memiliki tiga ciri, yaitu :
• Keputusannya adalah hasil dari suatu usaha intelektual
• Keputusannya melibatkan pilihan dari berbagai alternatif
• Melibatkan tindakan nyata
Decision making juga dipengaruhi oleh kualitas pengetahuan yang dimiliki dan motivasi (dorongan untuk berperliaku ke arah tujuan tertentu) serta sikap terhadap obyek yang akan dikenai keputusan.
2. Untuk memecahkan pesoalan (Problem Solving) Problem solving dilakukan meiaiui enam tahap, yaitu :
• Identifikasi masalah
• Menggali ingatan
• Memahami situasi
• Mencari jawaban dan kesimpulan
• Mencoba dengan penyelesaian rnekanis (trial & error)
• Menemukan pemecahan masalah (insight solution)
Problem solving juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ;
• Faktor personal
• Faktor situasional (mudah-sulitnya masalah, masalahnya baru sekali dihadapi -sudah terbiasa, penting-kurang pentingnya masalah, kompleks – sederhananya masalah)
• Faktor sosio-psikoiogis (motivasi, kebiasaan, emosi, sikap, dsb)
3. Untuk menciptakan gagasan baru (Create Ideas) Berpikir kreatif memiliki paling tidak dua sifat, yaitu :
• Melibatkan / menghasilkan respons atau gagasan baru
• Bersifat orisinal
Salah satu ciri berpikir kreatif adalah digunakannya pola berpikir divergen, yaitu dengan menghasilkan sejumlah kemungkinan (alternatif). Pola berpikir divergen dapat diukur dari ciri-cirnya, yaitu :
• Fluency
• Flexibility
• Originality
Dalam proses berpikir kreatif, terdiri dari lima tahap, yaitu :
• Orientasi (perumusan masaiah)
• Preparasi (mengumpulkan informasi yang relevan)
• Inkubasi (istirahat sebentar untuk mengendapkan masaiah dan informasi yang diperoleh)
• iluminasi (mendapat ilham)
• Verifikasi (menguji dan menilai gagasan yang diperoleh)
Faktor – faktor vang mempengaruhi berpikir kreatif:
• Kemampuan kognitif (kecerdasan, kemampuan menciptakan gagasan baru dan fleksiblitas kognitif).
• Sikap yang terbuka (bisa menerima hal-hal baru, unik taua tidak biasa).
• Sikap yang bebas, otonom (tidak terikat oleh konvensi)
• Percaya diri sendiri

Agar Berpikir Kreatif
Peran motivasi, mengambil resiko, dan rileks
Sikap-sikap yang harus Anda kembangkan agar kreatif.
• Kreativitas anda ditentukan sejauh mana Anda menginginkan hal-hal baru. Motivasi ini dilandasi sejauh mana Anda menginginkan perbaikan dalam hidup Anda atau sejauh mana Anda sedang mengalami kesulitan. Pertanyaan yang sangat penting ialah sejauh
mana Anda menginginkan hal yang baru?




Temukan motivator tersebut dan tetapkan dalam pikiran Anda.
• Saya sering mendapatkan ide justru pada saat rileks ketimbang berfikir serius. Jadi saat Anda ingin menyelesaikan masalah, atau ingin mencari suatu ide baru coba saja untuk rileks. Namun sebelum rileks Anda perlu menyatakan apa yang Anda cari, katakan berulang-ulang sampai meresap ke dalam pikiran bawah sadar, kemudian rileks. Anda akan takjub dengan teknik sederhana ini, ide-ide atau solusi akan muncul pada saat-saat yang tidak terduga.
• Takut terhadap resiko yang terdapat pada ide justru akan menghambat jalan keluar ide Anda. Setiap gagasan atau solusi mungkin akan mengandung resiko, tetapi jika Anda ingin kreatif Anda harus berani mengambil resikonya.
Mengembangkan Kreativitas
Peluang, kebiasaan, dan sudut pandang
Sikap-sikal lain yang perlu Anda miliki agar kreatif
• Jika Anda ingin kreatif adalah fokus pada peluang. Saya sering mendengar ada orang yang mengatakan bahwa jadikan masalah jadi peluang. Namun saran saya bukan hanya itu, bukan hanya masalah saja yang bisa menjadi peluang. Apapun yang ada dihadapan Anda bisa mencetuskan ide sebuah peluang baru.
Suatu contoh, saat Anda sedang memegang gelas, coba tanyakan peluang apa yang bisa dapatkan dari gelas? Saat ini mungkin masih bingung, tetapi dengan terus-menerus mengajukan pertanyaan tersebut, insya Allah ide-ide akan bermunculan. Setelah ide-ide itu muncul Anda tinggal mengevaluasi ide mana yang terbaik.
• Anda lebih kreatif Anda harus berani keluar dari kebiasaan. Anda jangan terkungkung dengan apa yang ada saat ini, itu belum tentu hal yang terbaik. Masih ada peluang untuk yang lebih baik. Percayalah, sebab jika tidak percaya, ide-ide Anda akan tersumbat keluar. Jangan suka dengan status quo, cintailah perubahan, namun perubahan menuju yang lebih baik.
• Cobalah melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Saya bukan penganut bahwa kebenaran itu relatif, kebenaran adalah mutlak dari Allah SWT. Namun yang dimaksud disini, melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang agar kita bisa melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang kita hadapi. Apakah Anda berfikir kalau gelas itu hanya alat untuk minum? Ternyata tidak, gelas bisa untuk hiasan jika bentuknya indah, gelas bisa untuk menyimpan pensil dan ball point, bahkan gelas bisa untuk melempar maling jika perlu. :

Pola Pikir Orang Kreatif
Kesalahan, perbaiki, dan perubahan
Sikap-sikap selanjutnya yang perlu kita miliki agar kreatif.
• Suatu saat Anda memiliki ide, kemudian Anda lakukan atau Anda coba ide tersebut, ternyata gagal. Perbaiki ide tersebut sampai berhasil, jadilah ide baru. Inilah tip yang ketujuh, yaitu belajar dari kesalahan. Kesalahan bisa menghasilkan ide baru yang lebih baik. Tanyakanlah terhadap ide lama Anda yang gagal, apa pelajaran dari ide tersebut, bisakah dilakukan lagi dengan cara baru, apakah timmingnya kurang tepat?
• Jangan berpikir bahwa kreatif itu hanya membuat hal-hal yang baru. Justru salah, karena manusia tidak pernah membuat hal yang baru. Hanya Allah SWT yang bisa. Manusia hanya bisa menemukan apa yang belum ditemukan oleh orang lain, manusia hanya bisa mengubah atau menggabungkan hal-hal yang sudah ada, sekali lagi bukan menciptakan hal yang baru. Jadi jika Anda ingin kreatif Anda bisa mulai dengan barang yang ada di depan Anda, perbaikan apa yang bisa Anda lakukan terhadap barang tersebut.
• Jangan terpaku dengan ide lama. Bagaimanapun suksesnya ide Anda pada waktu yang lalu, belum tentu akan berhasil lagi pada saat ini. Evaluasi lagi, tidak masalah mengeliminasi ide Anda sendiri yang sukses untuk mendapatkan ide baru yang lebih baik. Termasuk juga disini saat ide Anda disisihkan oleh ide orang lain, jangan sedih karena meskipun tidak disisihkan oleh orang lain, toch Anda harus menggantinya sendiri jika ide Anda tersebut sudah tidak relevan.
Hidup Anda akan terasa bergairah jika Anda kreatif

Semakin kreatif Anda, semakin tinggi juga tingkat stimulasinya, dan kegairahan juga semakin tercipta... maka semakin besar kesempatan untuk memperoleh hasil yang sukses.
Kesuksesan dan kreativitas saling mendukung satu sama lain. Mereka yang paling kreatif itulah biasanya yang paling sukses. Jika Anda ingin meningkatkan peluang sukses, maka tingkatkanlah kreativitas Anda.
Miliki rasa percaya diri, kreativitas dan gairah, kemudian nyatakan keyakinan Anda kepada dunia, dan masa depan Anda akan menjadi gilang-gemilang.

Jumat, 01 April 2011

Teknik industri

Teknik industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.

Bidang keahlian
DI ITB dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, ilmu Teknik Industri diklasifikasikan ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.
 Sistem Manufaktur
Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, danefisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.
 Manajemen Industri
Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalahManajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran,Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.
 Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri, Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, dan Sistem Basis Data
Sejarah Teknik Industri
Awal mula Teknik Industri dapat ditelusuri dari beberapa sumber berbeda. Frederick Winslow Taylor sering ditetapkan sebagai Bapak Teknik Industri meskipun seluruh gagasannya tidak asli. Beberapa risalah terdahulu mungkin telah memengaruhi perkembangan Teknik Industriseperti risalah The Wealth of Nations karya Adam Smith, dipublikasikan tahun 1776; Essay on Population karya Thomas Malthusdipublikasikan tahun 1798; Principles of Political Economy and Taxation karya David Ricardo, dipublikasikan tahun 1817; dan Principles of Political Economy karya John Stuart Mill, dipublikasikan tahun 1848. Seluruh hasil karya ini mengilhami penjelasan paham Liberal Klasikmengenai kesuksesan dan keterbatas dari Revolusi Industri. Adam Smith adalah ekonom yang terkenal pada zamannya. "Economic Science" adalah frasa untuk menggambarkan bidang ini di Inggris sebelum industrialisasi America muncul .
Kontribusi penting lainnya dan mengilhami Taylor adalah Charles W. Babbage. Babbage adalah profesor ahli matematika di Cambridge University. Salah satu kontribusi pentingnya adalah buku yang berjudul On the Economy of Machinery and Manufacturers tahun 1832 yang mendiskusikan banyak topik menyangkut manufaktur. Babbage mendiskusikan gagasan tentang Kurva Belajar (Learning Curve), pembagian tugas dan bagaimana proses pembelajaran dipengaruhi, dan efek belajar terhadap peningkatan pemborosan. Dia juga sangat tertarik pada metode pengaturan pemborosan. Charles Babbage adalah orang pertama yang menganjurkan membangun komputer mekanis. Dia menyebutnya "analytical calculating machine" , untuk tujuan memecahkan masalah matematika yang kompleks.
Di Amerika Serikat selama akhir abad 19 telah terjadi perkembangan yang memengaruhi pembentukan Teknik Industri. Henry R. Townemenekankan aspek ekonomi terhadap pekerjaan insinyur yakni bagaimana seorang insinyur akan meningkatkan laba perusahaan? Towne kemudian menjadi anggota American Society of Mechanical Engineers (ASME) sebagaimana yang dilakukan beberapa pendahulunya di bidang Teknik Industri. Towne menekankan perlunya mengembangkan suatu bidang yang terfokus pada sistem manufactur. Dalam Industrial Engineering Handbook dikatakan bahwa "ASME adalah tempat berkembang biaknya Teknik Industri". Towne bersama Fredrick A. Halseybekerja mengembangkan dan memaparkan suatu Rencana Kerja untuk mengurangi pemborosan kepada ASME. Tujuan Recana ini adalah meningkatkan produktivitas pekerja tanpa berpengaruh negatif terhadap ongkos produksi. Rencana ini juga menganjurkan bahwa sebagian keuntungan dapat dibagikan kepada pekerja dalam bentuk insentif.
Henry L. Gantt (juga anggota ASME) menekankan pentingnya seleksi karyawan dan pelatihannya. Dia, seperti juga Towne dan Halsey, memaparkan paper dengan topik-topik seperti biaya, seleksi karyawan, pelatihan, skema insentif, dan penjadwalan kerja. Dia adalah pencipta Diagram Gantt (Gantt chart), yang saat ini merupakan diagram yang sangat populer digunakan dalam penjadwalan kerja. Sampai sekarang Gantt chart digunakan dalam bidang statitik untuk membuat prediksi yang akurat. Jenis diagram lainnya telah dikembangkan untuk tujuan penjadwalan seperti Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Mapping (CPM).
Sejarah Teknik Industri tidak lengkap tanpa menyebut Frederick Winslow Taylor. Taylor mungkin adalah pelopor Teknik Industri yang paling terkenal. Dia mempresentasikan gagasan mengenai pengorganisasian pekerjaan dengan menggunakan manajemen kepada seluruh anggotaASME. Dia menciptakan istilah "Scientific Management" untuk menggambarkan metode yang dia bangun melalui studi empiris. Kegiatannya, seperti yang lainnya, meliputi topik-topik seperti pengorganisasian pekerjaan dengan manajemen, seleksi pekerja, pelatihan, dan kompensasi tambahan bagi seluruh individu yang memenuhi standar yang dibuat perusahaan. Scientific Management memiliki efek yang besar terhadap Revolusi Industri, baik di Amerika maupun di luar negara Amerika.
Keluarga Gilbreth diakui akan pengembangan terhadap Studi Waktu dan Gerak (Time and Motion Studies). Frank Bunker Gilbreth dan istrinya Dr. Lillian M. Gilbreth melakukan penelitian mengenai Pemahaman Kelelahan (Fatigue), Skill Development, Studi Gerak (Motion Studies), dan Studi Waktu (Time Studies). Lillian Gilbreth memeliki gelasr Ph.D. dalam bidang Psikologi yang membantunya dalam memahami masalah-masalah manusia. Keluarga Gilbreth meyakini bahwa terdapat satu cara terbaik ("one best way") untuk melakukan pekerjaan. Salah satu pemikiran mereka yang siginifikan adalah pengklasifikasian gerakan dasar manusia ke dalam 17 macam, dimana ada gerakan yang efektif dan ada yang tidak efektif. Mereka menamakannya Tabel Klasifikasi Therbligs (ejaan terbalik dari kata Gilbreth). Gilbreth menyimpulkan bahwa waktu untuk menyelesaikan gerakan yang efektif (effective therblig) lebih singkat tetapi sulit untuk dikurangi, demikian sebaliknya dengan non-effective therbligs. Gilbreth mengklaim bahwa setiap bentuk pekerjaan dapat dipisah-pisah ke dalam bentuk pekerjaan yang lebih sederhana.
Saat Amerika Serikat menghadapi Perang Dunia II, secara diam-diam pemerintah mendaftarkan para ilmuwan untuk meneliti perencanaan, metode produksi, dan logistik dalam perang. Para ilmuwan ini mengembangkan sejumlah teknik untuk pemodelan dan memprediksi solusi optimal. Lebih lanjut saat informasi ini terbongkar. lahirlah Operation Research. Banyak hasil penelitian yang masih sangat teoritis dan pemahaman bagaimana menggunakannya dalam dunia nyata tidak ada. Hal inilah yang menyebabkan jurang antara kelompok Operation Research (OR) dan profesi insinyur terlalu lebar. hanya sedikit perusahaan yang dengan sigap membentuk departemen Operation Research dan mengkapitalisasikannya.
Pada 1948 sebuah komunitas baru, American Institute for Industrial Engineers (AIIE), dibuka untuk pertama kalinya. Pada masa ini Teknik Industri benar-benar tidak mendapat tempat yang khusus dalam struktur perusahaan. Selama tahun 1960 dan sesudahnya, beberapa perguruan tinggi mulai mengadopsi teknik-teknik operation research dan menambahkannya pada kurikulum Teknik Industri. Sekarang untuk pertama kalinya metode-metode Teknik Industri disandarkan pada fondasi analisa, termasuk metode empiris terdahulu lainnya. Pengembangan baru terhadap optimisasi dalam matematika sebagaimana metode baru dalam analisa statistik membantu dalam mengisi lubang kosong bidang Teknik Industri dengan pendekatan teoritis.
Kemudian, permasalahan Teknik Industri menjadi begitu besar dan kompleks pada dan saat komputer digital berkembang. Dengan komputer digital dan kemampuannya menyimpan data dalam jumlah besar, insinyur Teknik Industri memiliki alat baru untuk mengkalkulasi permasalahan besar secara cepat. Sebelumnya komputasi pada suatu sistem memakan mingguan bahkan bulanan, tetapi dengan komputer dan perkembangan sub-program "sub-routines", perhitungan dapat dilakukan dalam hitungan menit dan dengan mudah dapat diulangi terhadap kriteria problem yang baru. Dengan kemampuannya menyimpan data, hasil perhitungan pada sistem sebelumnya dapat disimpan dan dibandingkan dengan informasi baru. Data-data ini membuat Teknik Industri menjadi cara yang kuat dalam mempelajari sistem produksi dan reaskinya bila terjadi perubahan.
Di Indonesia
Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Universitas Sumatera Utara [USU] dengan situs http://ft.usu.ac.id/ [1], Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan Teknik Industri ITB Institut Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB tidak terlepas dari kondisi praktek sarjana mesin pada tahun lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan kelanjutan dari profesi pada zaman Belanda, yaitu terbatas pada pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi. Barang-barang modal itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum terdapat pabrik mesin.
Di Universitas Indonesia (www.ui.ac.id), keilmuan Teknik Industri telah dikenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas Indonesia, situs resminya di http://www.ie.ui.ac.id/
Kalau pada masa itu, dijumpai bengkel-bengkel tergolong besar yang mengerjakan pekerjaan perancangan konstruksi baja seperti yang antara lain terdapat di kota Pasuruan dan Klaten, pekerjaan itu pun masih merupakan bagian dari kegiatan perawatan untuk mesin-mesinpabrik gula dan pabrik pengolahan hasil perkebunan yang terdapat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dengan demikian kegiatan perancangan yang dilakukan oleh para sarjana Teknik Mesin pada waktu itu masih sangat terbatas pada perancangan dan pembuatan suku-suku cadang yang sederhana berdasarkan contoh-contoh barang yang ada. Peran yang serupa bagi sarjana Teknik Mesin juga terjadi di pabrik semen dan di bengkel-bengkel perkereta-apian.
Pada saat itu, dalam menjalankan profesi sebagai sarjana Teknik Mesin dengan tugas pengoperasian mesin dan fasilitas produksi, tantangan utama yang mereka hadapi ialah bagaimana agar pengoperasian itu dapat diselenggarakan dengan lancar dan ekonomis. Jadi fokus pekerjaan sarjana Teknik Mesin pada saat itu ialah pengaturan pembebanan pada mesin-mesin agar kegiatan produksi menjadi ekonomis, dan perawatan (maintenance) untuk menjaga kondisi mesin supaya senantiasa siap pakai.
Pada masa itu, seorang kepala pabrik yang umumnya berlatar-belakang pendidikan mesin, sangat ketat dan disiplin dalam pengawasan terhadap kondisi mesin. Di pagi hari sebelum pabrik mulai beroperasi, ia keliling pabrik memeriksa mesin-mesin untuk menyakini apakah alat-alat produksi dalam keadaan siap pakai untuk dibebani suatu pekerjaan.
Pengalaman ini menunjukan bahwa pengetahuan dan kemampuan perancangan yang dipunyai oleh seorang sarjana Teknik Mesin tidak banyak termanfaatkan, tetapi mereka justru memerlukan bekal pengetahuan manajemen untuk lebih mampu dan lebih siap dalam pengelolaan suatu pabrik dan bengkel-bengkel besar.
Sekitar tahun 1955, pengalaman semacam itu disadari benar keperluannya, sehingga sampai pada gagasan perlunya perkuliahan tambahan bagi para mahasiswa Teknik Mesin dalam bidang pengelolaan pabrik.
Pada tahun yang sama, orang-orang Belanda meninggalkan Indonesia karena terjadi krisis hubungan antara Indonesia-Belanda, sebagai akibatnya, banyak pabrik yang semula dikelola oleh para administratur Belanda, mendadak menjadi vakum dari keadministrasian yang baik. Pengalaman ini menjadi dorongan yang semakin kuat untuk terus memikirkan gagasan pendidikan alternatif bidang keahlian di dalam pendidikan Teknik Mesin.
Pada awal tahun 1958, mulai diperkenalkan beberapa mata kuliah baru di Departemen Teknik Mesin, diantaranya : Ilmu Perusahaan,Statistik, Teknik Produksi, Tata Hitung Ongkos dan Ekonomi Teknik. Sejak itu dimulailah babak baru dalam pendidikan Teknik Mesin di ITB, mata kuliah yang bersifat pilihan itu mulai digemari oleh mahasiswa Teknik Mesin dan juga Teknik Kimia dan Tambang.
Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan manajemen produksi/teknik produksi. Bidang Teknik Produksi semakin berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah. Mata kuliah seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu danKeselamatan Kerja cukup memperkaya pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.
Pada tahun 1966 - 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin berkembang. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak diperkenalkan. Sistem man-machine-material tidak lagi hanya didasarkan pada lingkup wawasan manufaktur saja, tetapi pada lingkup yang lebih luas yaitu perusahaan dan lingkungan. Dalam pada itu, di Departemen ini mulai diajarkan mata kuliah : Manajemen Personalia,Administrasi Perusahaan, Statistik Industri, Perancangan Tata Letak Pabrik, Studi Kelayakan, Penyelidikan Operasional, Pengendalian Persediaan Kualitas Statistik dan Programa Linier. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB.
Pada tahun 1968 - 1971, dimulailah upanya untuk membangun Departemen Teknik Industri yang mandiri. Upaya itu terwujud pada tanggal 1 Januari 1971.

Sabtu, 26 Maret 2011

INTEGER PROGRAMMING

Dalam masalah integer programming, jika model mengharapkan semua variabel basis bernilai integer (bulat positif atau nol), dinamakan pure all integer programming. Jima model hanya mengharapkan variabel tertentu bernilai integer, dinamakan mixed integer programming. Dan jika model hanya mengharapkan nilai nol atau satu untuk variabelnya, dinamakan zero one integer programming.
a. Pendekatan pembulatan
Suatu pendekatan yang sederhana dalam menyelesaikan masalah integer programming adalah dengan membulatkan nilai variabel keputusan yang diperoleh melalui LP. Pendekatan ini mudah dan praktis dalam usaha, waktu, dan biaya yang diperlukan untuk memperoleh solusi. Bahkan pendekatan pembulatan merupakan cara yang efektif untuk masalah integer programming. Yang besar dimana biaya perhitungan sangat tinggi atau untuk masalah dimana nilai-nilai solusi variabel keputusan besar.
b. metode grafik
masalah yang hanya melibatkan dua variable dapat diselesaikan secara grafik. Pendekatan ini identik dengan metode grafik linear programming kecuali solusi optimum harus memenuhi persyaratan bilangan bulat. Pendekatan yang termudah untuk menyelesaikan masalah integer programming dua dimensi adalah dengan menggunakan kertas grafik dan mengambarkan sekumpulan titik integer dalam ruang solusi layak.
c. metode gomory (cutting plane algorithm)
suatu prosedur sistematik untuk memperoleh solusi integer optimum terhadap pure integer programming pertama kali dikemukakan oleg R.E Gomory pada tahun 1958. Langkah-langkah prosedur gomory adalah:
• Sewlesaikan integer programming menggunakan metode simpleks jika masalahnya sederhana diselesaikan dengan pendekatan grafik sehingga pendekatan gomory kurang efisien.
• Periksa solusi optimum, jika variabel basis memiliki nilai integer, solusi optimum integer telah diperoleh dan proses solusi berakhir. Jika satu atau lebih variable basis memiliki nilai pecah terus ketahap selanjutnya.
• Buat suatu kendala gomory (suatu bidang pemotong atau cuttingplane) dan cari solusi optimum selalui prosedur dual simpeks.
d. metode branch & bound
metode ini diperkenalkan oleh and dan doig, dan dikembangkan lebih lanjut oleh little dan peneliti lainnya. Teknik ini dapat diterapkan untuk masalah pure maupun mixed integer programming. Langkah untuk metode maksimasi adalah:
• Selesaikan masalah linear programming dengan metode simpleks biasa tanpa pembatas bilangan bulat.
• Teliti solusi uptimumnya. Jika variabel basis yang diharapkan buat maka telah tercapai. Jika satu atau lebih variabel basis yang diharapkan bulat ternyata tidak bulat, lanjutkan langkah selanjutnya.
• Nilai solusi pecah yang layak dicabangkan kedalam sub-sub masalah. Tujuannya adalah untuk menghilangkan solusi kontinu yang tidak memenuhi persyaratan bulat dari masalah ini.
• Nilai solusi optimum kontinu fungsi tujuan ditetapkan sebagai batas atas. Solusi bulat terbaik menjadi batas bawah. Sub-sub masalah memiliki batas atas kurang dari batas bawah yang suatu solusi bulat layak adalah sama baik atau lebih baik dari batas atas untuk setiap submasalah yang dicari.

Sumber;
Mulyono. Sri, S.E.,M.Sc. Riset Operasional. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2002.

Programa bilangan bulat

Merupakan bentuk lain dari programa linear (LP) dimana asumsi divisibilitasnya melemah atau hilang sama sekali. Bentuk ini muncul karena dalam kenyataannya tidak semua variabel keputusan dapat berupa bilangan pecahan. Asumsi divibilitas melemah, artinya sebagian dari nilai variabel keputusan harus berupa bilangan bulat (integer) dan sebagian lainnya boleh berupa bilangan pecahan. Persoalan integer programming (IP) dimana hanya sebagian dari variabel keputusan yang harus integer disebut sebagai persoalan IP campuran. Apabila seluruh variabel keputusan dari suatu persoalan programa linear (LP) harus berharga integer, maka persoalan tersebut sebagai persoalan programa bilangan bulat (IP) murni.

Menyelesaikan IP dengan teknik Cutting Plane
Pendekatan yang dilakukan dalam teknik cutting plane adalah dengan membuat pembatas tambahan yang memotong ruang fisibel dari LP relaksasi sehingga dapat mengeliminasi solusi yang tidak integer. Proses pemotongan akan terus berlangsung sehingga diperoleh solusi dengan seluruh variabel (yang dikehendaki) berharga integer. Keberhasilan teknik ini sangat terbatas, bergantung pada struktur persoalan yang dihadapi. Artinya, hanya persoalan tertentu yang dapat diselesaikan dengan teknik ini. Karena itu, sekarang teknik ini hamper tidak pernah digunakan lagi.

Sumber:
Dimyanti, Ahmad. Operations Research. Model-model pengambilan keputusan. Sinar Baru Algensindo. Bandung. 1999.

Kamis, 10 Februari 2011

Plastic Wall Material in the Home and Respiratory Healt in Young Children Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri

Plastic Wall Material in the Home and Respiratory Healt in Young Children
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri
Mata Kuliah : Material Tehnik
Dosen : ARIF NURUDIN ST









Nama : IWAN IRAWAN
NIM : 090411015


FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH CIREBON
(UMC)
JALAN TUPAREV NO. 70A Telp .0231209605 Fax .0231209608 CIREBON

Bahan Dinding Plastik di Rumah dan
Kesehatan Pernapasan Bagi Anak Kecil

ABTRAKSI

Tujuan. Hubungan antara kehadiran bahan dinding plastik di kesehatan rumah dan pernafasan pada anak-anak dinilai. Metode. Ini berdasarkan populasi Penelitian setempat yang terlibat 2568 Finlandia anak berusia 1 sampai 7 tahun.
Hasil. Dalam regresi logistik model, lebih rendah gejala saluran pernafasan-mengi persisten (disesuaikan rasio odds [OR] = 3,42, kepercayaan 95% interval [CI] = 1,13, 10,36), batuk
(OR = 2,41, CI 95% = 1 04. 5,63), dan dahak (OR = 2,76, 95% CI = 1,03,7,41)-yang sangat terkait dengan kehadiran bahan dinding plastik, sedangkan gejala saluran pernapasan atas
tidak. Risiko asma (OR = 1,52, 95% CI = 0,35, 6,71) dan pneumonia(OR = 1,81, CI 95% = 0,62, 5,29) juga meningkat pada anak yang terpajan untuk materi tersebut.
Kesimpulan. Emisi dari bahan plastik dalam ruangan mungkin telah merugikan efek pada sistem pernapas anak-anak kecil. (Am J Publik Kesehatan. 2000; 90:797-799)
Bahan plastik menyediakan murah, permukaan mudah-bersih, dan mereka semakin digunakan untuk menutup dinding dan lantai dapur, kamar mandi, dan playrooms anak-anak
dan kamar tidur. Namun, bahan-bahan ini memancarkan ke dalam bahan kimia udara di dalam rumah, seperti plasticizers yang digunakan dalam sintesis polivinil chloride.Bahan kimia ini dapat menyebabkan saluran udara peradangan dan dengan demikian meningkatkan risiko obstruksi bronkial, asma, dan mungkin kerentanan terhadap infections pernafasan.
Sebuah studi kasus-kontrol terbaru dari 251 kasus pasien dan satu-ke-satu kontrol cocok di Oslo, Norwegia, menunjukkan bahwa kehadiran polyvinyl chloride dan lainnya plasticizercontaining permukaan bahan di rumah meningkatkan risiko obstruksi bronkial
selama 2 tahun pertama life. Di lain populasi anak-anak, kami diuraikan lebih lanjut
pada hubungan antara kehadiran plastik bahan di rumah dan risiko asma dan asthmalike gejala, menggunakan informasi dari anak-anak Lingkungan dan Kesehatan Studi yang dilakukan pada tahun 1991 di Espoo, Finland.Kami juga diperpanjang hipotesis untuk memasukkan efek masuk akal lainnya di saluran udara seperti gejala-gejala dari atas dan bawah saluran pernapasan, rhinitis alergi, asma, dan infeksi pernapasan.
Metode

Studi Populasi dan Pengumpulan Data
Populasi sumber untuk Anak-anak Lingkungan dan Studi Kesehatan terdiri semua
anak-anak kota Espoo lahir antara 1 Januari 1984, dan 31 Desember 1989. Espoo adalah sebuah kota pinggiran-pinggiran kota yang terletak dekat Helsinki. Pada bulan Maret 1991, kami membagikan kuesioner untuk orangtua secara acak untuk mendapatkan sampel, sumber population. Populasi penelitian termasuk 2568 anak-anak yang orang tua atau wali lainnya selesai kuesioner (response rate: 80,3%).
Kuesioner bertanya tentang karakteristik pribadi anak, kesehatan pernapasan anak dan topik penyakit, serta sebagai jumlah infeksi selama tahun sebelumnya; orang tua pendidikan dan kategori pekerjaan, sebagai indikator status sosial ekonomi, sepanjang dengan kebiasaan merokok mereka dan sejarah pernafasan dan alergi penyakit; durasi menyusui; jenis penitipan; dan rincian lingkungan rumah dan karakteristik bangunan.
Pertanyaan-pertanyaan mengenai kesehatan pernafasan sebagian berasal dari Amerika tahun 1978 Thoracic Society kuesioner untuk anak-anak diterjemahkan ke Finlandia dan Swedia resmi, 2 bahasa Finlandia. Pertanyaan-pertanyaan itu dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan penggunaan sehari-hari bahasa-bahasa.
Metode

Variabel pemaparan bunga kehadiran dari setiap bahan dinding plastik di anak di rumah. eksposur tersebut didasarkan tanggapan atas pertanyaan menilai proporsi permukaan dinding plastik di rumah; pertanyaan itu 3 alternatif tanggapan: (1) tidak ada, (2) ya, kurang dari 50%, dan (3) ya, di sedikitnya 50%. Informasi ini tidak tersedia untuk 15 anak-anak, sehingga analisis dilakukan dengan 2553 anak-anak. Dalam analisis akhir, kami menggunakan variabel dikotomis eksposur (ya / tidak) karena jumlah anak dalam tertinggi
Kategori paparan itu kecil (n = 19).
Kami menggunakan hasil kesehatan berikut (Dan definisi): arus asma (doctordiagnosed asma dengan gejala dan / atau obat selama 12 bulan sebelumnya), alergi rhinitis (dokter-asma didiagnosis dengan gejala hidung selama sebelumnya 12 bulan), mengi persisten (mengi terlepas dari pilek atau hari-hari yang paling mengi atau malam selama tahun sebelumnya), terus-menerus batuk (batuk selain pilek selama 3 bulan tahun sebelumnya atau lebih), persisten dahak (produksi lendir atau dyspnea karena untuk tersumbat bernafas selain pilek untuk 3 bulan dari tahun sebelumnya atau lebih), mingguan kongesti ekskresi / hidung (hidung tersumbat / ekskresi terpisah dari pilek selama 1 sampai 3 hari per minggu atau lebih), dan infeksi saluran pernafasan(Setidaknya 1 episode terkait infeksi selama 12 bulan sebelumnya).
The odds ratio (OR) digunakan sebagai alat ukur efek. Model regresi Logistik dengan pembaur paparan dan berpotensi sebagai kovariat disediakan rasio odds yang disesuaikan dan
mereka sesuai interval kepercayaan 95% (CI). Potensi pembaur berikut dimasukkan dalam analisis sebagai kovariat: jenis kelamin, umur, pendidikan orang tua, tunggal wali, pusat penitipan kehadiran, kehadiran hewan peliharaan berbulu atau berbulu, dan eksposur asap tembakau lingkungan dan setiap jamur dan kelembaban masalah (didefinisikan sebagai kejadian bau cetakan, cetakan terlihat, kelembaban, atau air kerusakan selama sebelumnya
tahun atau sebelumnya).





TABEL 1-Terjadinya Asma, Rinitis alergi, Gejala pernafasan,dan ISPA dalam Kaitannya dengan Kehadiran Plastik Pipa Baja: Anak-anak Taman Kanak-kanak (n = 2553), Espoo, Finlandia, 1991
Hasil Terkena Referensi kira-kira Adjusted 95% keyakinan
(n=72)% (n=2481)% 0dds ratio Odds Ratio interval
Asma 2,8 1,9 1,49 1,52 0,35, 6,71
Alergi rhinitis 4,2 3,6 1,17 1,20 0,36, 3,97

Gejala
Kuat 5,9 1,6 3,86 3,42 1,13, 10,36

Batuk persisten 9,7 3,7 2,80 2,41 1,04, 5,63
Persistent dahak 6,9 2,3 3,15 2,76 1,03, 7,41
Mingguan hidung 5,6 5,4 1,04 0,95 0,33, 2,71
kemacetan
Mingguan hidung 5,6 5,2 1,08 0,90 0,32, 2,57
pengeluaran
Infectionsc
Pneumonia 5,6 2,9 1,99 1,81 0,62, 5,29
Bronkitis 20,8 16,2 1,36 1,34 0,74, 2,43
Otitis media 51,4 42,6 1,43 1,38 0,85, 2,24
Tonsilitis 8,3 8,0 1,04 1,04 0,44, 2,47

a. Jangka waktu yang menarik adalah 12 bulan sebelumnya.
b. Odds rasio dari analisis regresi logistik disesuaikan dengan jenis kelamin, umur, tertinggi orangtua pendidikan wali, tunggal, kehadiran pusat penitipan anak, kehadiran berbulu atau berbulu hewan peliharaan, dan eksposur terhadap asap tembakau lingkungan dan masalah kelembaban.
c. Setidaknya 1 infeksi selama 12 bulan sebelumnya.

Hasil
Sebanyak 49 anak (1,9%) memiliki asma, dan 92 (3,6%) memiliki alergi rhinitis (Tabel 1). Prevalensi gejala pernafasan bervariasi dari 1,7% menjadi 5,4%. Prevalensi
asma dan mengi relatif rendah perbandingan dengan angka yang dilaporkan baru-baru ini di
Eropa. Namun, Finlandia lain study6 dari anak-anak berusia 7 sampai 12 tahun melaporkan prevalensi sebesar 4,4% untuk dokter didiagnosis asma dan 5,4% untuk mengi selama sebelumnya 12 bulan, angka yang sesuai dengan yang dari penelitian ini ketika sedikit lebih tinggi rentang usia diperhitungkan.
bahan dinding plastik dilaporkan di rumah dari 72 anak (2,8%). Tabel 1 menunjukkan perkiraan kasar dan kemungkinan disesuaikan karena rasio eksposur. Risiko asma adalah terkait dengan pemaparan, meskipun 95% interval kepercayaan untuk kemungkinan disesuaikan Rasio termasuk kesatuan (OR = 1,52, 95% CI = 0,35, 6,71). Lower gejala saluran pernafasan- mengi persisten (OR = 3,42, 95% CI = 1,13, 10,36), batuk (OR = 2,41, 95% CI = 1,04, 5,63), dan dahak (OR = 2,76, 95% CI = 1,03, 7,41)-dikaitkan dengan
kehadiran bahan dinding plastik, sedangkan gejala pernafasan atas adalah tidak (Tabel 1). Perkiraan risiko relatif untuk pneumonia, bronkitis, dan otitis media sedikit meningkat.
Diskusi
Dalam perjanjian dengan hipotesis kami, risiko gejala pernafasan kronis khas asma dikaitkan dengan kehadiran dinding bahan plastik. Risiko asma dan pneumonia juga lebih tinggi pada anak-anak terkena bahan plastik daripada tidak terpapar anak-anak, meskipun kepercayaan 95% interval untuk perkiraan risiko adalah lebar dan termasuk kesatuan.
Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi peran lingkungan rumah dan penitipan
sebagai penentu pernapasan anak-anak kesehatan. Kami mengumpulkan informasi tentang
jumlah potensi sumber kimia dan polusi udara mikrobiologi untuk menilai tidak langsung eksposur polusi udara dalam ruangan. Emisi dari bahan plastik salah satu isu sentral. Mengingat luas jumlah bahan kimia yang terkandung dalam plastik dan bahan bangunan lainnya, tidak layak untuk mengukur semua senyawa yang relevan di dalam ruangan udara.
Kami menanyakan kepada responden tentang kehadiran bahan dinding plastik di saat mereka tinggal dan menggunakan sumber informasi ini sebagai suatu ukuran risiko. Informasi pemaparan mungkin termasuk beberapa kesalahan klasifikasi; karena tidak ada kesadaran masyarakat bahaya bahan plastik, bagaimanapun, kemungkinan bahwa kesalahan klasifikasi ini nondifferential.
Renovasi di kediaman saat ini atau hunian pada rumah tinggal lain juga bisa telah memperkenalkan kesalahan dalam penilaian paparan sebelumnya, masalah ini adalah yang paling relevan dalam penilaian risiko asma dan alergi rhinitis. Menghindari plastik
bahan antara orangtua asma atau alergi anak-anak akan menyebabkan meremehkan
tentang hubungan antara eksposur dan hasil.
Informasi tentang gejala pernafasan dan hasil lainnya juga didasarkan pada orang tua
laporan. Setiap kesalahan dalam penilaian hasil mungkin nondifferential, lagi karena kurangnya kesadaran publik hubungan dipelajari. Mengingat asosiasi diamati antara eksposur dan napas bawah saluran gejala, kurangnya asosiasi antara eksposur dan pernafasan atas
gejala berbicara lebih lanjut terhadap sistematis kesalahan klasifikasi kedua eksposur dan hasil, karena mekanisme yang sama harus telah menghasilkan peningkatan estimasi risiko
gejala pernafasan atas juga.
Kami dapat menyesuaikan pengganggu oleh sebagian besar penentu diketahui hasil.
Peluang diperkirakan rasio untuk mengi, batuk, dan berdahak tidak peka terhadap kombinasi yang berbeda pembaur. Oleh karena itu, kita tidak akan mengharapkan sisa pengganggu
oleh kovariat untuk menjadi besar.
Hasil penelitian kami sejalan dengan temuan studi kasus-kontrol Norwegia disebutkan
earlier. Dalam penelitian tersebut, risiko obstruksi bronkial selama 2 tahun pertama
hidup meningkat dalam kaitannya dengan jumlah memancarkan plasticizer-bahan di home.3
Hubungan ini pada dasarnya kuat (OR = 12,3, 95% CI = 1,00, 1,59) ketika Tingkat ventilasi di rumah rendah daripada saat itu tinggi (OR = 2,6, 95% CI = 1,02, 6,58) .7 Temuan ini konsisten dengan gagasan bahwa dalam ruangan konsentrasi kimia emisi dari bahan permukaan akan dikurangi dengan tingkat ventilasi yang lebih tinggi.
Hasil kami menyediakan bukti tambahan bahwa bahan plastik dalam ruangan mungkin memancarkan bahan kimia yang memiliki efek yang merugikan pada yang lebih rendah saluran pernapasan anak-anak kecil. kualitas bahan plastik yang digunakan di rumah bervariasi,dan oleh karena itu masuk akal untuk mengharapkan sebagai baik bahwa emisi senyawa kimia bervariasi secara kualitatif dan kuantitatif. Kami penelitian adalah penduduk berdasarkan dan oleh karena itu terdiri penampang wakil jenis bahan di pasar. Meskipun
keterbatasan penelitian, hasil menjamin perhatian lebih lanjut dengan jenis plastik bahan yang digunakan dalam dekorasi interior

Ucapan Terima Kasih

Penelitian ini didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Departemen Urusan Sosial dan
Kesehatan, dan Dewan Penelitian Kedokteran Akademi Finlandia.
References
1. Saarela K, Kaustia K, Kiviranta A. Emissions from materials: the role of additives in PVC. In: Bieva CJ, Courtois Y, Covaerts M, eds. Presentand Future of Indoor Air Quality. Amsterdam, the Netherlands: Elsevier Science Publishers; 1989:329 -336.
2. Øie L, Hersoug L-G, Madsen JØ. Residential exposure to plasticizers and its possible role in the pathogenesis of asthma. Environ HealthPerspect. 1997;105:972-978.
3. Jaakkola JJK, Øie L, Nafstad P, Botten G, Samuelsen SO, Magnus P. Interior surface ma-terials in the home and the development of bronchial obstruction in young children in Oslo, Norway. Am J Public Health. 1999;89: 188-192.
4. Jaakkola JJK, Jaakkola N, Ruotsalainen R. Home dampness and molds as
determinants of respiratory symptoms and asthma in pre-school children. J Exp Anal Environ Epidemiol. 1993; 3(suppl 1):129 -142.
5. Louhiala PJ, Jaakkola N, Ruotsalainen R, Jaakkola JJK. Form of day care and
respiratory infections among Finnish children. Am J Public Health. 1995;85:1109 1112.
6. Timonen KL, Pekkanen J, Korppi M, Vaheristo M, Salonen RO. Prevalence and characteristics of children with chronic symptoms in eastern Finland. Eur Respir J. 1995;8:1155 -1160.
7. Øie L, Nafstad P, Botten G, Magnus P, Jaakkola JJK. Ventilation in homes and bronchial ob-struction in young children. Epidemiology. 1999;10:294-299.









Kesimpulan
Bahan plastik menyediakan murah, permukaan mudah-bersih, dan mereka semakin digunakan untuk menutup dinding dan lantai dapur, kamar mandi, dan playrooms anak-anak
dan kamar tidur. Namun, bahan-bahan ini memancarkan ke dalam bahan kimia udara di dalam rumah, seperti plasticizers yang digunakan dalam sintesis polivinil chloride.Bahan kimia ini dapat menyebabkan saluran udara peradangan dan dengan demikian meningkatkan risiko obstruksi bronkial, asma, dan mungkin kerentanan terhadap infections pernafasan bahwa bahan plastik dalam ruangan memancarkan bahan kimia yang memiliki efek yang merugikan pada yang lebih rendah saluran pernapasan seperti pada anak-anak kecil. kualitas bahan plastik yang digunakan di rumah bervariasi,dan oleh karena itu masuk akal untuk mengharapkan sebagai baik bahwa emisi senyawa kimia bervariasi secara kualitatif dan kuantitatif. Kami penelitian adalah penduduk berdasarkan dan oleh karena itu terdiri penampang wakil jenis bahan di pasar. Meskipun keterbatasan penelitian, hasil menjamin perhatian lebih lanjut dengan jenis plastik bahan yang digunakan dalam dekorasi interior
Apa arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?
1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

“Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.”

‘Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.’

INSENTIF

INSENTIF
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri
Mata Kuliah : Perancangan Pengembangan Produk (PPP)
Dosen : Johan. ST









Nama : IWAN IRAWAN
NIM : 090411015


FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH CIREBON
(UMC)
JALAN TUPAREV NO. 70A Telp .0231209605 Fax .0231209608 CIREBON

INSENTIF


1. Pengertian Insentif

Ada beberapa pengertian insentif yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya yang dikemukakan oleh Heidjrahman Ranupandojo dan Suad Husnan (1984 : 1) :Insentif adalah pengupahan yang memberikan imbalan yang berbeda karena memang prestasi yang berbeda. Dua orang dengan jabatan yang sama dapat menerima insentif yang berbeda karena bergantung pada prestasi. Insentif adalah suatu bentuk dorongan finansial kepada karyawan sebagai balas jasa perusahaan kepada karyawan atas prestasi karyawan tersebut. Insentif merupakan sejumlah uang yang di tambahkan pada upah dasar yang di berikan perusahaan kepada karyawan.
Menurut Nitisemito (1996:165), insentif adalah penghasilan tambahan yang akan diberikan kepada para karyawan yang dapat memberikan prestasi sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Menurut Pangabean (2002 : 93, Insentif adalah kompensasi yang mengaitkan gaji dengan produktivitas. Insentif merupakan penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang telah ditentukan.
Menurut Harsono ( 1983 :128) bahwa insentif adalah setiap sistem kompensasi dimana jumlah yang diberikan tergantung dari hasil yang dicapai yang berarti menawarkan suatu insentif kepada pekerja untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Sementara itu menurut Heidjrachman dan Husnan ( 1992 :161) mengatakan bahwa pengupahan insentif dimaksudkan untuk memberikan upah atau gaji yang berbeda. Jadi dua orang karyawan yang mempunyai jabatan yang sama bisa menerima upah yang berbeda dikarenakan prestasi kerja yang berbeda. Disamping itu ada pendapat dari ahli lain tentang pengertian insentif.
“Insentif sebagai sarana motivasi dapat diberikan batasan perangsang ataupun pendorong yang diberikan dengan sengaja kepada pekerja agar dalam diri mereka timbul semangat yang lebih besar untuk berprestasi bagi organisasi.”(Sarwoto, 1983 :144)
Jadi pada dasarnya insentif merupakan suatu bentuk kompensasi yang diberikan kepada karyawan yang jumlahnya tergantung dari hasil yang dicapai baik berupa finansial maupun non finasial. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong karyawan bekerja lebih giat dan lebih baik sehingga prestasi dapat meningkat yang pada akhirnya tujuan perusahaan dapat tercapai.

Sarwoto (1977 : 155-159) membedakan insentif dalam dua garis besar, yaitu :

1. Insentif material

Insentif ini dapat diberikan dalam bentuk uang dan jaminan sosial. Insentif dalam bentuk uang dapat berupa :
a) Bonus
* Uang yang diberikan sebagai balas jasa atas hasil kerja yang telah dilaksanakan.
* Diberikan secara selektif dan khusus kepada pegawai yang berhak menerima.
* Diberikan secara sekali terima tanpa suatu ikatan dimasa yang akan datang.
* Dalam perusahaan yang menggunakan sistem insentif ini lazimnya beberapa persen dari laba yang melebihi jumlah tertentu yang dimasukkan ke dalam sebuah dana bonus kemudian jumlah tersebut dibagi-bagi antara pihak yang akan diberikan bonus
Contoh Pemberian bonus :
Pada saat kita menjual barang jika ada yang membeli barang banyak maka kita kasih bonus atau lebih contoh pada saat kita membeli serabi satu atau dua kita tidak akan memberikan bonus berbeda dengan yang membeli sepuluh atau lebihnya.

b) Komisi

* Merupakan jenis bonus yang dibayarkan kepada pihak yang menghasilkan penjualan
yang baik.
* Lazimnya dibayarkan sebagai bagian dari pada penjualan dan diterimakan pada pekerja bagian penjualan.
Contohnya : Jika kita menawarkan sebuah rumah atau mobil punya orang lain dan kita dapat pembelinya maka kita mendapatkan komisi atau upah dari orang yang menjual dan bisa juga sebaliknya.

C) Profit Sharing

Salah satu jenis insentif yang tertua. Dalam hal ini pembayaran dapat diikuti bermacam-macam pola, tetapi biasanya mencakup pembayaran sebagian besar dari laba bersih yang disetorkan sebuah dana dan kemudian dimasukkan ke dalam daftar pendapatan setiap peserta.

Contohnya : kita mencari calon mahasiswa atau pelajar jika kita mendapatkan calon mahasiswa atau pelajar yang akan kuliah atau bersekolah maka kita dapatkan imbalan dari Perguruan Tinggi atau sekolah tersebut.


D) Kompensasi yang ditangguhkan

Ada dua macam program balas jasa yang mencakup pembayaran dikemudian hari, yaitu pensiun dan pembayaran kontraktural. Pensiunan mempunyai nilai insentif karena memenuhi salah satu kebutuhan pokok manusia yaitu menyediakan jaminan ekonomi baginya setelah dia tidak bekerja lagi. Sedangkan pembayaran kontraktural adalah pelaksanaan perjanjian antara majikan dan pegawai dimana setelah selesai masa kerja dibayarkan sejumlah uang tertentu selama masa kerja tertentu.

Contohnya : yang mendapatkan pensiunan biasanya pegawai negri jadi selama dia hidup atau pun sudah meninggal selagi ada tanggung jawab keanaknya maka uang pensiun itu masih bsa keluar selama anaknya sekolah atau seorang istri masih hidup. Sedangkan kontraktual basanya orang-orang yang kena PHK ataupun yang sudah mengadakan perjanjian antara majikan dan karyawannya.

2. Insentif non material

Insentif non material dapat diberikan dalam berbagai bentuk, yaitu :
a. Pemberian gelar (title) secara resmi.
b. Pemberian tanda jasa / medali
c. Pemberian piagam penghargaan.
d. Pemberian pujian lisan maupun tulisan secara resmi (di depan umum) ataupun secara pribadi.
e. Ucapan terima kasih secara formal maupun informal.
f. Pemberian promosi (kenaikan pangkat atau jabatan).
g. Pemberian hak untuk menggunakan atribut jabatan.
h. Pemberian perlengkapan khusus pada ruangan kerja.
i. Pemberian hak apabila meninggal dunia dimakamkan ditaman makam pahlawan.
j. Dan lain-lain.


Metode pengupahan insentif

Dalam pemberian insentif perusahaan harus memperhatikan kondisi perusahaan dan karyawan, karena pemilihan yang tepat terhadap pemberian insentif akan menentukan keberhasilan perusahaan.Dalam dunia industri ada beberapa sistem insentif yang biasanya digunakan dan diberikan untuk karyawan bagian produksi, yaitu : (Heidjrahman dan Husnan, 1990:162)
1. Insentif berdasarkan unit yang dihasilkan (piece rate)
a. Straight Piecework Plan (upah per potong proporsional)
Sistem ini paling banyak digunakan. Dalam hal ini pekerjaan dibayar berdasarkan seluruh produk yang dihasilkan dikalikan tarif upah per potong.
b. Taylor Piecework Plan (upah per potong taylor)
Menurut sistem ini menentukan tarif yang berbeda untuk karyawan yang bekerja di atas dan di bawah output rata – rata. Bagi karyawan yang berhasil mencapai atau melebihi output rata– rata maka akan menerima upah per potong yang lebih besar daripada yang bekerja
mendapat output dibawah rata – rata.
c. Group Piecework Plan (upah per potong kelompok)
Dalam hal ini cara menghitung upah adalah dengan menentukan suatu standar untuk kelompok. Mereka yang berada di atas standar kelompok akan dibayar sebanyak unit yang dihasilkan dikalikan dengan tarif per unit. Sedangkan yang bekerja di bawah standar akan dibayar dengan jam kerja dikalikan dengan tarif kerja.

2.Insentif Berdasarkan Waktu (time bonuses)

2.1. Premi didasarkan atas waktu yang dihemat.

a). Halsey Plan
Halsey menentukan waktu standar dan upah per jam yang tertentu. prosentase premi yang diberikan adalah 50% dari waktu yang dihemat. Alasannya adalah tidak adanya standar kerja yang tepat sekali.

b). 100 Percent Premium Plan
Pada dasarnya cara pemberian insentif ini sama dengan Halsey Plan, tetapi prosentase preminya adalah 100% dari waktu yang dihemat.

c). Bedaux Plan

Pemberian insentif yang diberikan pada karyawan adalah sebesar 75% dari upah normal per jam dikalikan dengan waktu yang dihemat.


2.2 Premi didasarkan atas waktu pekerjaan

a). Rowan Plan

Pada sistem ini insentif didasarkan atas waktu kerja

b). Emerson Plan

Untuk menerapkan sistem insentif ini maka diperlukan suatu tabel indeks efisiensi. Jadi insentif akan bertambah dengan naiknya efisiensi kerja karyawan sesuai dengan naiknya efisiensi kerja sesuai dengan prosentase (tabel indeks efisiensi ) yang telah ditetapkan.

2.3. Premi didasarkan atas waktu standar

Pada sistem ini premi diberikan sebesar 20% dari standar.

2. Tujuan Pemberian Insentif
Fungsi utama dari insentif adalah untuk memberikan tanggung jawab dan dorongan kepada karyawan. Insentif menjamin bahwa karyawan akan mengarahkan usahanya untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan tujuan utama pemberian insentif adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja individu maupun kelompok (Panggabean, 2002 : 93).
Secara lebih spesifik tujuan pemberian Insentif dapat dibedakan dua golongan yaitu:
a. Bagi Perusahaan
Tujuan dari pelaksanaan insentif dalam perusahaan khususnya dalam kegiatan produksi adalah untuk meningkatkan produkstivitas kerja karyawan dengan jalan mendorong/merangsang agar karyawan :
1. Bekerja lebih bersemangat dan cepat.
2. Bekerja lebih disiplin.
3. Bekerja lebih kreatif.
b. Bagi Karyawan
Dengan adanya pemberian insentif karyawan akan mendapat keuntungan :
1. Standar prestasi dapat diukur secara kuantitatif.
2. Standar prestasi di atas dapat digunakan sebagai dasar pemberian balas jasa yang diukur dalam bentuk uang.
3. Karyawan harus lebih giat agar dapat menerima uang lebih besar.





3. Jenis dan Tife Insentif
Menurut Manullang (1981:141), tipe insentif ada dua yaitu:
a. Finansial insentif
Merupakan dorongan yang bersifat keuangan yang bukan saja meliputi gaji-gaji yang pantas. Tetapi juga termasuk didalamnya kemungkinan memperoleh bagian dari keuntungan perusahaan dan soal-soal kesejahteraan yang meliputi pemeliharaan jaminan hari tua, rekreasi, kesehatan dan lain-lain.

b. Non finansial insentif.
Ada 2 elemen utama dari non finansial insentif, yaitu :
1. Keadaan pekerjaan yang memuaskan yang meliputi tempat kerja, jam kerja, tugas dan rekan kerja.
2. Sikap pimpinan terhadap keinginan masing-masing karyawan seperti jaminan pekerjaan, promosi, keluhan-keluhan, hiburan-hiburan dan hubungan dengan atasan.
Menurut Gary Dessler (1997 : 141), jenis rencana insentif secara umum adalah:
a. Program insentif individual memberikan pemasukan lebih dan di atas gaji pokok kepada karyawan individual yang memenuhi satu standar kinerja individual spesifik. Bonus di tempat diberikan, umumnya untuk karyawan individual, atas prestasi yang belum diukur oleh standar, seperti contoh mengakui jam kerja yang lama yang digunakan karyawan tersebut bulan lalu.
b. Program insentif kelompok adalah seperti rencana insentif individual namun memberi upah lebih dan di atas gaji pokok kepada semua anggota tim ketika kelompok atau tim secara kolektif mencapai satu standar yang khusus kinerja, produktivitas atau perilaku sehubungan dengan kerja lainnya.
c. Rencana pembagian laba secara umum merupakan program insentif di seluruh organisasi yang memberikan kepada karyawan satu bagian (share) dari laba organisasi dalam satu periode khusus.
d. Program pembagian perolehan (gain sharing) adalah rencana upah di seluruh organisasi yang dirancang untuk memberi imbalan kepada karyawan atas perbaikan dalam produktivitas organisasi.





4. Proses Penberian Insentif
Menurut Harsono (1987 : 85) proses pemberian insentif dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Proses Pemberian Insentif berdasarkan kelompok
b. Proses Pemberian Insentif berdasarkan perorangan
Rencana insentif individu bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan selain gaji pokok bagi individu yang dapat mencapai standar prestasi tertentu. Sedangkan insentif akan diberikan kepada kelompok kerja apabila kinerja mereka juga melebihi standar yang telah ditetapkan (Panggabean, 2002 :90-91).
Menurut Oangabean (2002:91) Pemberian insentif terhadap kelompok dapat diberikan dengan cara:
1. Seluruh anggota menerima pembayaran yang sama dengan yang diterima oleh mereka yang paling tinggi prestasi kerjanya.
2. Semua anggota kelompok menerima pembayaran yang sama dengan pembayaran yang diterima oleh karyawan yang paling rendah prestasinya.
3. Semua anggota menerima pembayaran yang sama dengan rata-rata pembayaran yang diterima oleh kelompok.
Menurut Dessler (1997:154-157), insentif juga dapat diberikan kepada seluruh organisasi, tidak hanya berdasarkan insentif individu atau kelompok. Rencana insentif seluruh organisasi ini antara lain terdiri dari:
1. Profit sharing plan, yaitu suatu rencana di mana kebanyakan karyawan berbagi laba perusahaan
2. Rencana kepemilikan saham karyawan, yaitu insentif yang diberikan oleh perusahaan dimana perusahaan menyumbang saham dari stocknya sendiri kepada orang kepercayaan di mana sumbangan-sumbangan tambahan dibuat setiap tahun. Orang kepercayaan mendistribusikan stock kepada karyawan yang mengundurkan diri (pensiun) atau yang terpisah dari layanan.
3. Rencana Scanlon, yaitu suatu rencana insentif yang dikembangkan pada tahun 1937 oleh Joseph Scanlon dan dirancang untuk mendorong kerjasama, keterlibatan dan berbagai tunjangan.
4. Gainsharing plans, yaitu rencana insentif yang melibatkan karyawan dalam suatu usaha bersama untuk mencapai sasaran produktivitas dan pembagian perolehan.


5. Syarat Pemberian Insentif agar mencapai tujuan dari pemberian insentif
Menurut Panggabean (2002:92) syarat tersebut adalah:
1. Sederhana, peraturan dari sistem insentif harus singkat, jelas dan dapat dimengerti.
2. Spesifik, karyawan harus mengetahui dengan tepat apa yang diharapkan untuk mereka lakukan.
3. Dapat dicapai, setiap karyawan mempunyai kesempatan yang masuk akal untuk memperoleh sesuatu.
4. Dapat diukur, sasaran yang dapat diukur merupakan dasar untuk menentukan rencana insentif. Program dolar akan sia-sia (dan program evaluasi akan terhambat), jika prestasi tertentu tidak dapat dikaitkan dengan dolar yang dibelanjakan.

Menurut Heidjrahman Ranupandojo dan Suad Husnan (1990 : 163) sifat dasar pengupahan agar proses pemberian insentif berhasil:
a. Pembayaran hendaknya sederhana sehingga dapat dimengerti dan dihitung oleh karyawan itu sendiri.
b. Penghasilan yang diterima karyawan seharusnya langsung menaikkan output.
c. Pembayaran dilakukan secepat mungkin.
d. Standar kerja ditentukan dengan hati-hati. Standar kerja yang terlalu tinggi maupun rendah dapat berakibat buruk.
e. Besarnya upah normal dengan standar jam kerja hendaknya cukup merangsang pekerja untuk bekerja lebih giat.

KESIMPULAN

Setiap perusahaan selalu menginginkan hasil yang maksimum dalam proses produksinya. Untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut perlu adanya dukungan dari setiap unsur perusahaan termasuk di dalamnya karyawan bagian produksi. Dalam usaha mencapai peningkatan produksi juga ditandai dengan adanya dukungan yang kuat dari keuangan dan tunjangan – tunjangan lain dalam perusahaan.
Perusahaan akan memberikan suatu penghargaan bagi karyawan yang berprestasi baik dan hal ini akan membuat karyawan bekerja sebaik mungkin agar menerima penghargaan dan imbalan yang lebih besar disamping tunjangan-tunjangan lain yang telah disediakan oleh perusahaan. Bentuk pembayaran dan penghargaan atas kerja karyawan yang tepat akan menghasilkan pencapaian produktivitas yang lebih tinggi, hal itu mencakup sistem pemberian insentif yang tepat serta usaha – usaha lain untuk menambah semangat dan kepuasan kerja bagi karyawan.
Tujuan perseorangan dalam setiap organisasi berpengaruh dalam menentukan tercapai tidaknya hasil-hasil yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Bilamana tujuan – tujuan perseorangan dalam suatu organisasi mendapat perhatian yang tepat atau perhatian yang sepantasnya, maka semakin terarah dan efektif kegiatan perseorangan itu untuk merealisasikan apa yang menjadi tujuan dari organisasi atau perusahaan tersebut. Karena itulah setiap pemimpin yang menyadari akan tanggung jawabnya harus pula menyadari kenyataan ini, hal ini disebabkan karena berhasil tidaknya ia mencapai hasil melalui bawahan – bawahannya tergantung juga pada besar kecilnya perhatian yang diberikannya untuk merealisasikan kebutuhan-kebutuhan bawahannya. Hal inilah sebabnya, mengapa Allen (M. Manullang, 1984 : 138) berkesimpulan sebagai berikut :
" ..... bahwa efektiiftas seorang manajer untuk sebagian besar tergantung pada kecakapannya untuk membantu kebutuhan anggota-anggota kelompok yang dipimpinnya. Sejauh orang-orang yang diawasinya merasa bahwa ia membantu mereka untuk mencapai hal ini, mereka akan menurutinya dengan itikad baik dan dengan gembira".
Inilah daya perangsang atau insentif bagi karyawan untuk mau bekerja dengan segala daya upayanya dalam suatu perusahaan. Jadi hal yang mendorong manusia mau bekerja dengan sebaik-baiknya dalam hubungan suatu organisasi tergantung dari seberapa tinggi taraf perealisasian tujuan perseorangan dalam organisasi yang bersangkutan.